<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Master Dealer Pulsa Elektrik|  Karier</title>
	<atom:link href="http://www.dealer-pulsa.net/category/artikel/karier/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dealer-pulsa.net</link>
	<description>Tempat pendaftaran master dealer pulsa elektrik satu chip untuk semua operator.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 12:39:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Tips Hidup Terorganisir</title>
		<link>http://www.dealer-pulsa.net/tips-hidup-terorganisir/</link>
		<comments>http://www.dealer-pulsa.net/tips-hidup-terorganisir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 15:24:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karier]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dealer-pulsa.net/?p=1414</guid>
		<description><![CDATA[Kalau Anda sering terlambat ke kantor, kehilangan kunci atau ponsel, terlalu sering menunda pekerjaan, atau selalu bekerja di saat deadline sudah menghadang, itu artinya Anda butuh pertolongan. Maksudnya, jika kebiasaan buruk ini terus terulang, maka akan membahayakan karier Anda di masa depan karena atasan mana yang mau menolerir kebiasaan tersebut? Karena itulah, Anda harus mengorganisasikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau Anda sering terlambat ke kantor, kehilangan kunci atau ponsel, terlalu sering menunda pekerjaan, atau selalu bekerja di saat deadline sudah menghadang, itu artinya Anda butuh pertolongan. <span id="more-1414"></span>Maksudnya, jika kebiasaan buruk ini terus terulang, maka akan membahayakan karier Anda di masa depan karena atasan mana yang mau menolerir kebiasaan tersebut?<br />
Karena itulah, Anda harus mengorganisasikan hidup Anda agar lebih disiplin dan meraih kehidupan yang lebih baik. Berikut cara pengorganisasian diri yang bisa ditempuh.<br />
<strong> 1. Buat jadwal</strong><br />
Sebelum tidur, buatlah jadwal kegiatan yang harus dilakukan besok. Meski sulit, cobalah mematuhi jadwal yang sudah dibuat agar target yang ingin Anda capai dapat terlaksana. Jika kegiatan yang ada dalam jadwal sudah dilakukan, silang tandanya untuk melihat kemajuan sekaligus memotivasi Anda dalam beraktivitas di hari itu.<br />
<strong> 2. Prioritas</strong><br />
Tentukan tugas apa yang harus dilaksanakan terlebih dahulu. Menyelesaikan secepatnya tugas yang menjadi prioritas akan mengurangi stres dan kelelahan Anda. Jadi ingatlah, jangan berleha-leha jika seharusnya Anda bekerja.<br />
<strong> 3. Tempatkan barang-barang di tempat yang sudah ditentukan</strong><br />
Tentukan tempat khusus untuk menaruh barang-barang Anda. Misalnya ponsel harus ditaruh di saku kanan Anda atau kunci digantung di dekat pintu masuk. Selain itu, simpan file-file penting dan pisahkan berdasarkan kategorinya agar Anda tak sulit mencari saat membutuhkannya.<br />
<strong> 4. Buang yang tidak diperlukan</strong><br />
Secara berkala, bisa setiap bulan atau enam bulan sekali, bersihkan kamar dan meja kerja Anda. Buang yang tak perlu dan satukan dokumen penting sesuai kategorinya. Selain memudahkan pencarian dokumen juga untuk membuat meja kerja atau kamar Anda tidak penuh oleh barang dan debu kotor karena banyaknya barang yang tersimpan dengan tidak teratur.<br />
<strong> 5. Buat pengingat</strong><br />
Agar Anda tak lupa, buat pengingat semacam note atau alarm di ponsel Anda. Bisa juga memasang pengingat di kulkas, lemari pakaian, atau cermin di kamar Anda.<br />
<strong> 6. Konsisten</strong><br />
Butuh waktu setidaknya 21 hari untuk membuat suatu tindakan sebagai sebuah kebiasaan. Karena itu, tetaplah menjalankan kebiasaan atau perilaku di atas setiap harinya. Boleh saja Anda lupa sehari, tapi setelah itu kembali ke jalur yang seharusnya. Diambil dari harian Seputar Indonesia (herita/ehow). <strong>dealer-pulsa.net</strong> | <a href="http://www.dealer-pulsa.net">Master Dealer Pulsa Elektrik</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dealer-pulsa.net/tips-hidup-terorganisir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sinergi Smart-Mobile-8 Incar 10 Juta Pelanggan</title>
		<link>http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/</link>
		<comments>http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 18:47:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karier]]></category>
		<category><![CDATA[Operator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dealer-pulsa.net/?p=1314</guid>
		<description><![CDATA[PT Smart Telecom dan PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) melakukan sinergi dengan nama Smartfren. Sinergi ini diharapkan mampu menjaring 10 juta pelanggan. “Melalui sinergi ini, kita ingin meningkatkan pelayanan ke masyarakat. Harapan kita, selain mempertahankan pelanggan yang sudah ada, juga menjaring pelanggan baru,” kata Presiden Direktur PT Smart Telecom Sutikno Widjaja di Jakarta kemarin. Menurut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PT Smart Telecom dan PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) melakukan sinergi dengan nama Smartfren. Sinergi ini diharapkan mampu menjaring 10 juta pelanggan.<br />
<span id="more-1314"></span><br />
“Melalui sinergi ini, kita ingin meningkatkan pelayanan ke masyarakat. Harapan kita, selain mempertahankan pelanggan yang sudah ada, juga menjaring pelanggan baru,” kata Presiden Direktur PT Smart Telecom Sutikno Widjaja di Jakarta kemarin.</p>
<p>Menurut Sutikno, jumlah pelanggan Smart saat ini mencapai 2,5 juta, sedangkan pelanggan Fren lebih dari tiga juta. Selain meningkatkan jumlah pelanggan, sinergi itu juga dimaksudkan agar lebih dapat bersaing dengan penyedia layanan telekomunikasi lain di Tanah Air.</p>
<p>Sutikno melanjutkan, kerja sama strategis penyedia layanan telekomunikasi berbasis CDMA itu diharapkan dapat membantu pihaknya mengatur pengeluaran operasional lebih efisien dan efektif sehingga dapat memperkuat posisi dan layanan di industri telekomunikasi Indonesia.</p>
<p>Presiden Direktur Mobile-8 Merza Fachya menambahkan, bentuk nyata dari sinergi tersebut di antaranya kerja sama pemasaran, pemaduan galeri, handset bundling, logistik, dan pengadaan kartu perdana. Namun, belum ada penggabungan produk karena kedua pihak tetap memasarkan produknya masing-masing di antaranya layanan berbasis suara dan data Smart, layanan berbasis suara Fren Duo dan Fren Sobat, serta layanan<br />
data dari Mobile-8 dengan nama Mobi.</p>
<p>“Jadi, ini bukan merger, hanya kerja sama operasi. Kita ingin menyamakan galeri sehingga seluruh galeri Smart dan Fren di Indonesia sama,” ujar dia.</p>
<p>Merza mengungkapkan, sinergi tersebut dapat menekan biaya operasional perusahaan hingga 50%. Selain itu, sinergi itu juga dapat meningkatkan pendapatan perusahaan. Namun, kedua pihak enggan memprediksi peningkatan pendapatan yang akan diperoleh.</p>
<p>Disinggung kemungkinan kedua perusahaan melakukan kerja sama lain seperti kerja sama GPRS, dia mengaku, hal itu masih dipelajari. “Itu nanti, yang ini dulu karena untuk masalah infrastruktur, kita sedang pelajari,” imbuh dia.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Mobile-8 meluncurkan handset Smartfren perdana yang dipaketkan dengan layanan Fren Duo. Chief Sales and Marketing Officer Mobile-8 Juliana Dotulong optimistis inovasi handphone bundling Fren Duo dengan nama Hape Fren Seru itu akan memperkuat layanan Fren Duo di pasar telekomunikasi Indonesia.<br />
“Hape Fren Seru ini akan memberi kontribusi ratusan ribu pelanggan aktif bagi kami awal tahun,” ujarnya.</p>
<p>Dia menambahkan, segmen pasar yang disasar produk bundling ini adalah anak muda yang membutuhkan layanan komunikasi terjangkau dan menyukai hiburan. Untuk memasarkan Hape Fren Seru ini, pihaknya melakukan roadshow serentak di 13 kota yakni Jakarta, Bogor, Cirebon, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Denpasar, Medan, Makassar, dan Banjarmasin selama empat hari pada 4–7 Maret 2010.</p>
<p>Dipersembahkan oleh dealer-pulsa.net | <a href="../">dealer pulsa elektrik</a> yang murah cepat dan stabil.<br />
Sumber: Seputar Indonesia edisi cetak/j erna</p>
<h4>Artikel ini ditemukan dengan kata-kata pencarian berikut:</h4><a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="kantorsmartfren">kantorsmartfren</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="jumlah pengguna smart">jumlah pengguna smart</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="jumlah pelanggan fren">jumlah pelanggan fren</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="j erna seputar indonesia">j erna seputar indonesia</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="kantor agen pulsa di bandung">kantor agen pulsa di bandung</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="agen pulsa jogja">agen pulsa jogja</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="Daftar Nama Dealer Telkomsel wilayah sumut">Daftar Nama Dealer Telkomsel wilayah sumut</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="alasan merger smart fren">alasan merger smart fren</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="smart dealer">smart dealer</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="kantor layanan fren mobile 8 di jogjakarta">kantor layanan fren mobile 8 di jogjakarta</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="smart fren hp agen bandung">smart fren hp agen bandung</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="pelanggan distributor">pelanggan distributor</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="jumlah pengguna smart telecom">jumlah pengguna smart telecom</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="smartfren galery di Bandung">smartfren galery di Bandung</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="distributor resmi flexi">distributor resmi flexi</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="jumlah pengguna GPRS Mobile-8 2010">jumlah pengguna GPRS Mobile-8 2010</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="kantor layanan fren mobile-8 di yogyakarta">kantor layanan fren mobile-8 di yogyakarta</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="kantor mobi 8 di solo">kantor mobi 8 di solo</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="Kantor Mobile 8 Malang">Kantor Mobile 8 Malang</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/" title="mobile-8 galeri malang">mobile-8 galeri malang</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 6.62 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dealer-pulsa.net/sinergi-smart-mobile-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jaga Sikap demi Karier Anda</title>
		<link>http://www.dealer-pulsa.net/jaga-sikap-demi-karier-anda/</link>
		<comments>http://www.dealer-pulsa.net/jaga-sikap-demi-karier-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 07:51:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karier]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dealer-pulsa.net/?p=792</guid>
		<description><![CDATA[Perihal etika dan sopan santun dalam dunia bisnis memang tak bisa ditawar. Siapa pun yang bersikap seenaknya, bisa saja langsung turun kredibilitasnya di mata rekan kerja dan para klien. Pernahkah Anda melihat seseorang yang berbicara dengan mulut yang penuh makanan, padahal ia sedang berada dalam jamuan bisnis? Atau pernah merasa tidak nyaman saat berada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perihal etika dan sopan santun dalam dunia bisnis memang tak bisa ditawar. Siapa pun yang bersikap seenaknya, bisa saja langsung turun kredibilitasnya di mata rekan kerja dan para klien.</p>
<p><span id="more-792"></span></p>
<p><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="Etika Bisnis" src="http://www.rtrs.co.uk/images/business_ethics.jpg" alt="" width="350" height="265" />Pernahkah Anda melihat seseorang yang berbicara dengan mulut yang penuh makanan, padahal ia sedang berada dalam jamuan bisnis? Atau pernah merasa tidak nyaman saat berada di satu tempat dan berdiam-diaman dengan rekan kerja yang tidak begitu Anda kenal? Atau mungkin Anda pernah salah kostum saat menghadiri suatu acara resmi?</p>
<p>Sangat tidak menyenangkan dan memalukan jika Anda tertangkap basah berada dalam kondisi yang membuat kredibilitas Anda sebagai seorang pebisnis atau karyawan baik menurun drastis. Karena itulah, dalam kondisi apa pun, terutama saat bertemu dalam rangka pertemuan bisnis, Anda harus bisa menjaga sikap dan diri Anda.</p>
<p>Dana Persia, pemilik DP Image Consulting yang berpusat di Philadelphia, menyoroti beberapa hal penting yang bisa memengaruhi kredibilitas Anda di dunia bisnis.</p>
<p>Aturan makan</p>
<p>Etika saat makan sangat memengaruhi perkembangan karier Anda, demikian menurut Persia. Menurut pendapatnya, perusahaan akan mencermati bagaimana perilaku Anda dalam situasi sosial, terutama jika pekerjaan Anda berkaitan dengan hubungan atau pertemuan dengan klien atau orang penting lainnya.</p>
<p>“Jangan pernah bicara saat mulut Anda penuh makanan dan jangan pernah menunjuk seseorang dengan tangan atau alat apa pun di depan muka mereka,” tegas Persia, seperti dikutip dari careerbuilder.com.</p>
<p>Selain itu, jangan pernah duduk sebelum dipersilakan duduk, jangan pernah melakukan kegiatan apa pun di atas meja sebelum dipersilakan.</p>
<p>Saat duduk, duduklah dengan posisi tegak, dengan kaki menginjak lantai atau disilangkan di tumit. Jangan menyilangkan kaki di atas tumit, karena hal ini akan memberi kesan bahwa Anda merasa tidak nyaman dan juga terlihat terlalu kasual.</p>
<p>Terakhir, jangan minum terlalu banyak karena ini hanya akan membuat Anda kurang fokus dan kurang konsentrasi terhadap pembicaraan yang sedang dilakukan. Saat makan sup, jangan pula terlalu mendekatkan wajah Anda ke sup tersebut saat akan memakannya. Jangan pula terus-menerus memegang sendok tersebut.</p>
<p>Berinteraksi</p>
<p>Pola interaksi juga mempengaruhi hubungan bisnis Anda. Hati-hati dengan aturan mendengarkan, pembicaraan basa-basi, dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan.</p>
<p>Bahasa tubuh menjadi hal pertama yang harus diperhatikan. Apakah Anda berniat melakukannya atau tidak, bahasa tubuh tetap akan terbaca oleh lawan bicara. Karena itulah, ada beberapa tanda bahasa tubuh yang harus Anda mengerti sebelum melakukannya agar tidak disalahpersepsikan oleh lawan bicara Anda.</p>
<p>Misalnya, orang yang menaruh tangan di pinggangnya akan dianggap agresif, sedangkan yang menaruh tangan di lehernya akan dianggap sedangkan berpikir atau mempertimbangkan sesuatu. Sementara itu, orang yang memegang kepalanya dengan kaki disilangkan akan memberi kesan kalau ia orang yang percaya diri dan berkuasa, sedangkan orang yang menggaruk telinganya diasosiasikan sebagai orang yang bingung.</p>
<p>Orang yang sering berkedip menandakan keraguan, sedangkan mengetuk-ngetukkan jari dipercaya sebagai orang yang sudah tidak sabar menunggu.</p>
<p>Mendengarkan</p>
<p>Tak ada perbuatan yang paling tidak sopan selain tidak mendengarkan perkataan yang sedang diucapkan lawan bicara. Persia memberi panduan tentang hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat seseorang sedang berbicara.</p>
<p>Pertama, perhatian saat ada yang sedang berbicara. Jangan sibuk melirik televisi, koran, menatap orang lain, atau melihat kejadian yang sedang berlangsung di sekeliling Anda. Intinya, tetaplah fokus pada pembicaraan tersebut.</p>
<p>Jangan pula menginterupsi saat ia masih berbicara. Setelah selesai mendengarkan perkataan, barulah Anda bicara dan jangan ragu dengan apa yang akan Anda katakan, selama kata-kata tersebut sopan untuk diucapkan.</p>
<p>Pembicaraan ringan atau basa-basi</p>
<p>Dalam sebuah pertemuan yang orang-orangnya tidak terlalu Anda kenal, jangan pernah membicarakan masalah yang sensitif, seperti agama, pandangan politik, atau seks.</p>
<p>Sebaliknya, tak masalah jika Anda ingin bicara tentang politik secara umum, kejadian yang sedang hangat dibicarakan, tentang cuaca, keluarga, atau bahkan rencana liburan atau liburan yang baru saja dilakukan.</p>
<p>Selain itu, Persia mengemukakan bahwa ada beberapa topik yang disukai seseorang jika hal tersebut ditanyakan padanya. Misalnya tentang asal-usul atau kampung halamannya, pendidikannya, atau pembicaraan tentang orang-orang yang menghadiri acar tersebut.</p>
<p>Tabu</p>
<p>Hal terakhir yang harus menjadi perhatian penuh saat melakukan interaksi bisnis maupun interaksi sosial ialah soal hal-hal yang sangat tidak boleh dilakukan atau tabu.</p>
<p>Persia mendaftar beberapa tabu di antaranya merokok, menggunakan obat-obatan terlarang, terus-menerus menggunakan telepon atau sibuk sendiri dengan telepon Anda, melepas sepatu, berkata kasar, dan membersihkan gigi atau hidung di depan umum.</p>
<p>Jadi, berhati-hatilah sebelum Anda melakukan atau mengucapkan sesuatu di depan umum. Bisa jadi, hal tersebut akan merusak kredibilitas Anda di dunia kerja. (<em>Seputar Indonesia/herita endriana</em>)</p>
<h4>Artikel ini ditemukan dengan kata-kata pencarian berikut:</h4><a href="http://www.dealer-pulsa.net/jaga-sikap-demi-karier-anda/" title="sikap hati customer service">sikap hati customer service</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/jaga-sikap-demi-karier-anda/" title="sikap berbicara">sikap berbicara</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/jaga-sikap-demi-karier-anda/" title="Bagaimana menurut anda sikap Customer Service yang baik ?">Bagaimana menurut anda sikap Customer Service yang baik ?</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/jaga-sikap-demi-karier-anda/" title="sikap saat berbicara">sikap saat berbicara</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/jaga-sikap-demi-karier-anda/" title="sikap persai diri">sikap persai diri</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/jaga-sikap-demi-karier-anda/" title="sikap berbicara dengan sopan">sikap berbicara dengan sopan</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/jaga-sikap-demi-karier-anda/" title="lokasi bts xl tebet">lokasi bts xl tebet</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/jaga-sikap-demi-karier-anda/" title="kaki disilangkan tanda apa">kaki disilangkan tanda apa</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/jaga-sikap-demi-karier-anda/" title="jamuan bisnis adalah">jamuan bisnis adalah</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/jaga-sikap-demi-karier-anda/" title="sopan santun dalam dunia bisnis">sopan santun dalam dunia bisnis</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 3.904 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dealer-pulsa.net/jaga-sikap-demi-karier-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengumuman SNMPTN 2009</title>
		<link>http://www.dealer-pulsa.net/pengumuman-snmptn-2009/</link>
		<comments>http://www.dealer-pulsa.net/pengumuman-snmptn-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 16:11:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karier]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dealer-pulsa.net/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[Maaf halaman sudah dipindahkan. Maaf beribu maaf ya?.. Semoga anda sukses. Amin]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf halaman sudah dipindahkan. Maaf beribu maaf ya?..</p>
<p>Semoga anda sukses. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dealer-pulsa.net/pengumuman-snmptn-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo, Konsentrasi Kerja!</title>
		<link>http://www.dealer-pulsa.net/ayo-konsentrasi-kerja/</link>
		<comments>http://www.dealer-pulsa.net/ayo-konsentrasi-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 11:06:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karier]]></category>
		<category><![CDATA[Konsentrasi Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dealer-pulsa.net/ayo-konsentrasi-kerja/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang yang memiliki masalah dengan konsentrasi di tempat kerja. Kadang kala situasi yang sedikit tidak kondusif bisa membuat seseorang langsung buyar konsentrasi kerjanya. Padahal apa pun kondisinya, Anda dituntut untuk memiliki konsentrasi kerja yang tinggi. Berikut ini tips untuk meningkatkan konsentrasi kerja. 1. Kondisikan meja kerja Anda hanya untuk bekerja. Jika Anda ingin istirahat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang yang memiliki masalah dengan konsentrasi di tempat kerja. Kadang kala situasi yang sedikit tidak kondusif bisa membuat seseorang langsung buyar konsentrasi kerjanya. Padahal apa pun kondisinya, Anda dituntut untuk memiliki konsentrasi kerja yang tinggi. Berikut ini tips untuk meningkatkan konsentrasi kerja.<br />
<span id="more-693"></span><img class="size-full wp-image-696 alignleft" style="border: 0pt none;" title="our-work" src="http://www.dealer-pulsa.net/wp-content/uploads/2009/11/our-work.jpg" alt="our-work" width="262" height="179" /><br />
1. Kondisikan meja kerja Anda hanya untuk bekerja. Jika Anda ingin istirahat atau makan, jangan lakukan di tempat tersebut.</p>
<p>2. Buat meja kerja Anda senyaman mungkin agar lebih mudah berkonsentrasi saat bekerja.</p>
<p>3. Pindahkan segala hal yang bisa merusak konsentrasi kerja. Pilih nada getar untuk bunyi panggilan telepon seluler Anda, juga hindari memutar lagu-lagu yang bisa merusak konsentrasi.</p>
<p>4. Taruh barang-barang yang sering Anda gunakan di tempat yang mudah terjangkau. Jangan sampai Anda harus berdiri hanya untuk mengambil kertas atau pulpen.</p>
<p>5. Pasang target kapan Anda harus menyelesaikan pekerjaan tersebut. Buat tenggat waktu berdasarkan jam (1 atau 2 jam untuk menyelesaikan pekerjaan).</p>
<p>6. Rencanakan kegiatan lain yang harus Anda lakukan agar Anda bisa bekerja lebih cepat lagi untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.</p>
<p>7. Beri apresiasi untuk diri Anda sendiri jika mampu menyelesaikan tenggat waktu tersebut.</p>
<p>8. Bekerjalah jika memang sudah waktunya Anda bekerja.</p>
<p>9. Bekerjalah di dekat orang yang memiliki konsentrasi kerja yang baik atau yang Anda kagumi cara kerjanya. Hindari bekerja di dekat rekan kerja yang bisa mengganggu konsentrasi Anda.</p>
<p>10. Beristirahatlah jika Anda merasa puas dengan hasil kerja Anda. Dengan mengistirahatkan sejenak otak Anda, maka Anda akan lebih mudah untuk berkonsentrasi saat kembali bekerja.</p>
<p>11. Tulis ide atau langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dengan menulisnya, maka Anda akan lebih fokus dan tidak kehilangan konsentrasi meski saat itu konsentrasi Anda mungkin sudah menurun.</p>
<p>12. Ciptakan ketertarikan pada pekerjaan tersebut, hingga Anda otomatis akan berkonsentrasi penuh untuk mengerjakannya.</p>
<p>13. Hindari pikiran bahwa Anda akan mendapatkan waktu tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Tetaplah patuh pada jadwal yang sudah Anda buat, apa pun yang terjadi. (herita endriana/ehow)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dealer-pulsa.net/ayo-konsentrasi-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ambil Risiko demi Kenaikan Karier</title>
		<link>http://www.dealer-pulsa.net/ambil-risiko-demi-kenaikan-karier/</link>
		<comments>http://www.dealer-pulsa.net/ambil-risiko-demi-kenaikan-karier/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 11:53:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karier]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaikan Karier]]></category>
		<category><![CDATA[Risiko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dealer-pulsa.net/?p=602</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian orang menganggap dengan ‘bermain aman’ di tempat kerja, maka akan menyelamatkan kariernya. Tapi untuk bisa maju pesat, maka dia harus berani mengambil risiko. “Tak ada satupun hal yang bisa menaikkan posisi Anda dengan begitu cepat, kecuali dengan berani mengambil risiko,” ujar Sheila Wellington, penulis &#8220;Be Your Own Mentor&#8221; sekaligus profesor di New York University&#8217;s [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian orang menganggap dengan ‘bermain aman’ di tempat kerja, maka akan menyelamatkan kariernya. Tapi untuk bisa maju pesat, maka dia harus berani mengambil risiko.<br />
<span id="more-602"></span><br />
“Tak ada satupun hal yang bisa menaikkan posisi Anda dengan begitu cepat, kecuali dengan berani mengambil risiko,” ujar Sheila Wellington, penulis &#8220;Be Your Own Mentor&#8221; sekaligus profesor di New York University&#8217;s Stern School of Business.</p>
<p>Meski begitu, tetap saja ada hal penting yang harus diperhatikan sebelum seseorang mengambil risiko untuk menaikkan kariernya. Pertama, dia harus mengenal dirinya sendiri dan perusahaan tempatnya bekerja.</p>
<p>“Apa yang kira-kira dilakukan perusahaan jika risiko yang Anda ambil ternyata gagal? Apakah mereka akan menganggap bahwa Anda gagal atau justru menghargai inisiatif Anda? Atau apakah Anda sendiri cukup kuat jika Anda gagal? Hal ini harus Anda ketahui dulu sebelum Anda mengambil risiko,” tegas Wellington.</p>
<p>Berikut beberapa risiko yang bisa Anda ambil setelah mempertimbangkan hal-hal di atas.</p>
<p>1. Mengambil proyek yang sulit<br />
Jika ada sebuah proyek sulit dan semua orang menyerah untuk menjalankannya, tawarkan diri untuk melakukannya. Jika Anda berhasil, maka Anda akan dipuji habis-habisan.</p>
<p>2. Mengubah karier<br />
Selalu mendebarkan jika harus memulai sebuah karier dari awal. Apalagi jika melakukannya dalam sebuah industri yang berbeda, tentu harus banyak belajar. Yang harus dipersiapkan sebelum mengambil risiko ini ialah memiliki plan B jika sesuatu tak berjalan sesuai rencana.</p>
<p>3. Menerima pekerjaan kontrak<br />
Menerima pekerjaan dengan posisi karyawan kontrak atau per proyek di perusahaan atau bidang yang didambakan, dibanding dengan menjadi karyawan tetap di perusahaan yang kurang disukai memang berisiko, tapi bisa jadi mendatangkan bayaran yang jauh lebih tinggi.</p>
<p>“Carilah segala informasi selama bekerja di tempat tersebut, terutama info apakah bisa menjadi karyawan tetap di perusahaan tersebut setelah proyek tersebut selesai,” saran konsultan karier Michael Beasley.</p>
<p>4. Mengambil istirahat panjang<br />
Mengambil waktu jeda yang panjang sebelum mencari atau menerima pekerjaan baru bisa berpengaruh pada kondisi keuangan. Namun, juga bisa berarti bahwa seseorang memiliki waktu yang panjang untuk mempertimbangkan karier yang tepat untuknya. Untuk mengurangi risiko ini, dia bisa tetap menjaga networking-nya agar nantinya mudah mencari pekerjaan.</p>
<p>5. Mengonfrontasi atasan<br />
Jika mengonfrontasi atasan tanpa argumen yang jelas tentu akan mematikan karier Anda. Namun jika Anda melakukannya sambil mengajak atasan berbicara di luar kantor dan mengatakan betapa Anda berani mengambil risiko untuk mengembangkan perusahaan, bisa jadi Anda akan berhasil membujuknya untuk memberikan Anda proyek-proyek besar.</p>
<p>Jadi, cobalah untuk mengambil risiko karena diam dan tidak mengambil risiko pun bisa saja membuat karier Anda terancam. (herita/yahoo)</p>
<h4>Artikel ini ditemukan dengan kata-kata pencarian berikut:</h4><a href="http://www.dealer-pulsa.net/ambil-risiko-demi-kenaikan-karier/" title="dimana ambil pulsa">dimana ambil pulsa</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/ambil-risiko-demi-kenaikan-karier/" title="pengertian berani mengambil risiko">pengertian berani mengambil risiko</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.401 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dealer-pulsa.net/ambil-risiko-demi-kenaikan-karier/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Kawan Menjadi Lawan</title>
		<link>http://www.dealer-pulsa.net/saat-kawan-menjadi-lawan/</link>
		<comments>http://www.dealer-pulsa.net/saat-kawan-menjadi-lawan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 11:47:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karier]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dealer-pulsa.net/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[Anda senang berteman atau bersahabat dengan rekan kerja? Atau baru saja menemukan rekan kerja yang cocok untuk menjadi teman Anda? Cobalah berhati-hati sebelum pertemanan Anda semakin dekat. Masihkah Anda ingat soal saran banyak orang tentang pekerjaan apa yang layak bagi Anda? Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa Anda harus bekerja di bidang yang Anda sukai. Yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda senang berteman atau bersahabat dengan rekan kerja? Atau baru saja menemukan rekan kerja yang cocok untuk menjadi teman Anda? Cobalah berhati-hati sebelum pertemanan Anda semakin dekat.<br />
<span id="more-597"></span><br />
Masihkah Anda ingat soal saran banyak orang tentang pekerjaan apa yang layak bagi Anda? Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa Anda harus bekerja di bidang yang Anda sukai. Yang lainnya justru menyarankan Anda untuk mencari suatu pekerjaan yang gajinya besar agar Anda bisa hidup layak. Setiap orang tentu punya alasan yang berbeda dengan sarannya itu. Tapi buat Anda pribadi, mungkin Anda harus mencari cara lain, karena belum tentu saran mereka semua cocok untuk kehidupan Anda.</p>
<p>Begitu pula dengan hal berteman dengan rekan kerja atau menjadikan teman Anda sebagai partner kerja. Bagi sebagian orang, pertemanan dan profesionalitas bisa berjalan beriringan. Namun, ada juga yang tidak berpendapat seperti itu. Bahkan bagi beberapa orang, pertemanan yang awalnya baik bisa hancur berantakan karena masalah pekerjaan.</p>
<p>“Semuanya bisa berjalan baik atau buruk, tergantung banyak faktor, salah satunya ialah kepribadian mereka masing-masing dan bagaimana hubungan profesional mereka di kantor,” ujar Irene S Levine, penulis “Best Friends Forever: Surviving a Breakup with a Best Friend”, seperti dikutip dari careerbuilder.com.</p>
<p>Contohnya saja, jika salah satu dari mereka agresif dan mudah cemburu, salah satu menjadi supervisor bagi yang lainnya, atau mereka berada dalam lingkungan yang kompetitif, atau terdapat perbedaan gaji atau jabatan yang jauh di antara mereka, maka hal tersebut bisa memicu timbulnya keretakan dalam pertemanan.</p>
<p>“Karena dalam situasi seperti ini hubungan pertemanan bisa mencapai titik terendah, maka sebuah pertemanan harusnya dibangun secara perlahan dan hati-hati agar tidak terjadi kekecewaan. Anda harus membiarkannya berjalan perlahan agar Anda memiliki kepekaan untuk menilai apakah orang tersebut bisa dipercaya dan memiliki penilaian yang bijaksana terhadap suatu hal,” jelas Levine.</p>
<p>Banyak hal yang bisa memicu putusnya hubungan pertemanan di tempat kerja. Beberapa kasus menceritakan adanya perbedaan sikap dari salah satu pihak karena yang lainnya diberhentikan atau tidak lagi bekerja di perusahaan yang sama. Kejadian ini bisa jadi disebabkan salah satu pihak merasa temannya tak lagi menguntungkan posisinya di tempat kerja tersebut. Inilah mengapa Levine menyarankan agar setiap pertemanan harus dibangun secara perlahan-lahan untuk menguji seberapa kuat komitmen seseorang terhadap sebuah pertemanan.</p>
<p>Kasus yang lainnya terjadi karena adanya affair atau hubungan terlarang antara teman dan kekasihnya. Jelas, hal ini akan membuat hubungan pertemanan yang erat sekalipun akan hancur berantakan. Sedangkan kasus yang lain terkadang sulit diartikan karena ada saja orang-orang yang tiba-tiba menjaga jarak atau memutuskan pertemanan tanpa ada alasan yang jelas.</p>
<p>Solusi<br />
Bagaimana jika pertemanan Anda dengan rekan kerja terancam berakhir? Apakah mungkin perpecahan tersebut bisa diperbaiki? Levine mencoba memberikan beberapa saran.</p>
<p>1. Buat batasan<br />
Cobalah untuk melakukan komunikasi, tanpa menyalahkan salah satu pihak. Siapa tahu masalah tersebut hanyalah kesalahpahaman kecil yang bisa segera diatasi.</p>
<p>“Bisa saja Anda berdua membicarakan soal batasan-batasan yang harus segera dibuat agar hubungan pertemanan dan hubungan kerja menjadi lebih nyaman. Misalnya dengan membuat perjanjian bahwa pertemanan hanya berlaku di tempat kerja atau justru hanya di luar tempat kerja, dengan meminimalisasi membicarakan masalah pekerjaan,” saran Levine.</p>
<p>2. Hentikan dengan cara yang elegan<br />
Jika hubungan pertemanan sudah tak bisa diselamatkan, lebih baik Anda memutuskannya dengan perlahan dan dengan cara yang sopan. Tentu Anda tak ingin mencari musuh baru bukan?</p>
<p>3. Pahami jenis pertemanan Anda<br />
Setiap orang harus ingat bahwa pertemanan tak selamanya berusia panjang. Sebagian pertemanan hanya berlangsung singkat dan tidak bertahan lama.</p>
<p>“Jika pertemanan tak bisa dipertahankan, jangan memaksakan diri untuk tetap berteman. Bisa jadi hal ini malah akan membahayakan karier Anda,” saran Levine.</p>
<p>Meski begitu, pertemanan yang kandas bukan berarti membuat Anda harus terus menjaga jarak dengan rekan kerja. Bertemanlah sewajarnya, karena teman di tempat kerja bisa menjadi teman kolaborasi yang baik, penyemangat kerja, tempat Anda berkeluh kesah sekaligus tempat Anda mengisi semangat untuk kembali siap bekerja. (herita endriana)</p>
<h4>Artikel ini ditemukan dengan kata-kata pencarian berikut:</h4><a href="http://www.dealer-pulsa.net/saat-kawan-menjadi-lawan/" title="kawan bisa jadi lawan">kawan bisa jadi lawan</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/saat-kawan-menjadi-lawan/" title="kawan bisa jadi lawan mengapa">kawan bisa jadi lawan mengapa</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/saat-kawan-menjadi-lawan/" title="kawan yang menjadi lawan">kawan yang menjadi lawan</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/saat-kawan-menjadi-lawan/" title="lawan jadi teman tapi kawan belum tentu jadi kawan">lawan jadi teman tapi kawan belum tentu jadi kawan</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/saat-kawan-menjadi-lawan/" title="perbedaan kawan dan lawan">perbedaan kawan dan lawan</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/saat-kawan-menjadi-lawan/" title="teman bisa jadi lawan">teman bisa jadi lawan</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.743 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dealer-pulsa.net/saat-kawan-menjadi-lawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati, Ada Pencurian Ide!</title>
		<link>http://www.dealer-pulsa.net/hati-hati-ada-pencurian-ide/</link>
		<comments>http://www.dealer-pulsa.net/hati-hati-ada-pencurian-ide/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 13:03:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karier]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dealer-pulsa.net/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Pencurian ide sering kali terjadi tanpa kita sadari. Jika Anda termasuk orang yang sering melemparkan ide-ide cerdas di tempat kerja, segera buat strategi untuk menangkalnya. Saat sedang rapat, seorang rekan kerja tiba-tiba mengajukan ide yang menarik. Anda perhatikan ide tersebut dan ternyata saat mendengarnya lebih lanjut, Anda tersadar bahwa itu adalah ide Anda. Tak ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-535 alignleft" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="stolen-idea" src="http://www.dealer-pulsa.net/wp-content/uploads/2009/11/stolen-idea1.jpg" alt="stolen-idea" width="135" height="178" /></p>
<p>Pencurian ide sering kali terjadi tanpa kita sadari. Jika Anda termasuk orang yang sering melemparkan ide-ide cerdas di tempat kerja, segera buat strategi untuk menangkalnya.</p>
<p><span id="more-531"></span>Saat sedang rapat, seorang rekan kerja tiba-tiba mengajukan ide yang menarik. Anda perhatikan ide tersebut dan ternyata saat mendengarnya lebih lanjut, Anda tersadar bahwa itu adalah ide Anda. Tak ada kata lain yang bisa diucapkan selain bahwa dia telah mencuri ide Anda.</p>
<p>Peristiwa rekan kerja yang mencuri ide memang bukan hal baru di dunia kerja. Menurut Charmaine McClarie, pendiri dan Presiden McClarie Group, perusahaan konsultan komunikasi, peristiwa pencurian ide terjadi karena si pencuri merasa takut sekaligus malas saat bekerja.</p>
<p>“Mereka yang mencuri ide umumnya merasa bahwa mereka tak mampu untuk memberikan ide dan perkembangan positif terhadap perusahaan. Karena itulah, mencuri ide adalah jalan terbaik yang mereka pikir bisa dilakukan,” terang McClarie, seperti dikutip dari careerbuilder.com.</p>
<p>Jika Anda sadar bahwa ide yang sedang dikemukakannya itu adalah ide Anda, sudah tak penting lagi bagi Anda untuk bertanya mengapa dia mencuri ide tersebut. Bereaksi berlebihan juga tak akan banyak membantu karena Anda tak punya bukti konkret bahwa itu adalah ide Anda. McClarie justru menyarankan, jika Anda memiliki ide, sebaiknya Anda langsung mengatakannya jauh-jauh hari sebelum Anda melaksanakan ide tersebut.</p>
<p>“Anda harus tahu siapa saja yang berhak mengetahui ide Anda. Jika ada sekumpulan orang yang mengetahui bahwa itu adalah ide Anda dan mereka mendukung ide tersebut, maka tak ada yang bisa mencurinya dari Anda,” tegas McClarie.</p>
<p>Namun jika Anda tetap bersikeras untuk memprotes pencurian itu, maka lakukanlah dengan cara yang beretika.</p>
<p>“Karena bisa jadi, protes Anda tersebut bisa menjadi bumerang bagi Anda sendiri. Anda bisa saja dicap sebagai karyawan yang suka mengeluh dan tukang protes,” tandas McClarie.</p>
<p>Akan lebih baik jika setelah pencurian ide tersebut, Anda melakukan kontrol terhadap ide itu dan mulai berpikir bagaimana mengembangkan ide tersebut.</p>
<p>“Daripada melakukan protes terhadap pencurian itu, lebih baik kembangkan ide secepat mungkin. Setelah itu, kirim pengembangan ide yang telah Anda buat melalui e-mail ke semua orang yang datang ke rapat tersebut. Dengan selangkah lebih maju dari rekan yang mencuri, maka pujian dan penghargaan akan tetap jatuh ke tangan Anda,” sarannya.</p>
<p>Perspektif lain</p>
<p>Perspektif berbeda tentang pencurian ide disampaikan oleh Richard Gallagher, penulis buku How to Tell Anyone Anything: Breakthrough Techniques for Handling Difficult Conversations at Work. Menurut dia, tak ada yang namanya ide yang dimiliki satu orang saja.</p>
<p>“Ide yang diberikan dan penghargaan yang mengikutinya sering disalahartikan sebagai hal yang bisa menaikkan popularitas Anda di dunia kerja. Padahal, dalam dunia nyata setiap ide berkembang atas masukan dari banyak pihak atau dari satu tim. Mereka yang terlalu sibuk memikirkan bahwa idenya harus selalu menjadi yang terdepan, bisa jadi malah berakibat buruk pada kariernya,” ujarnya.</p>
<p>Dengan kata lain, Gallagher berpendapat bahwa sebuah ide tidak bisa dipatenkan sekaligus juga tidak bisa dicuri. Ide hanya bisa dikembangkan. Dengan mendorong seluruh rekan kerja untuk mengembangkan ide Anda, maka Anda akan lebih dikenal sebagai karyawan yang memiliki jiwa kepemimpinan daripada karyawan yang sibuk mengumpulkan berbagai pujian dengan berbagai ide yang Anda lontarkan.</p>
<p>Untuk membuatnya berjalan lancar, berikut lima hal yang bisa dijadikan panduan untuk mencegah pencurian ide atau melakukan pengembangan ide.</p>
<p>1. Jangan salah pilih orang</p>
<p>Sering kali setiap kita memiliki ide, kita memilih mengungkapkannya kepada rekan kerja terdekat. Padahal, cara ini bisa berpotensi pada pencurian ide. Lebih baik sampaikan ide ini langsung ke pimpinan atau orang yang Anda anggap sebagai pemimpin di tim. Dengan cara ini, secara tidak langsung Anda sudah mematenkan bahwa ide tersebut adalah ide Anda.</p>
<p>2. Perbaiki perspektif</p>
<p>Jika ternyata ada yang mencuri ide Anda, lebih baik ubah perspektif Anda dengan mengatakan kepada tim bahwa rekan kerja Anda sudah membuat ide Anda tersebut menjadi lebih komunikatif dan mudah dijalankan.</p>
<p>3. Cari dukungan</p>
<p>Sampaikan ide kepada seseorang, kemudian ajak rekan lain untuk membicarakan ide tersebut. Dengan begitu, ide Anda tak akan dicuri siapa pun karena Anda sudah menceritakannya ke semua orang.</p>
<p>4. Jalankan</p>
<p>Ide hanyalah sekadar wacana. Siapa yang berhasil mewujudkannya, dialah yang akan diingat sebagai orang yang berjasa. Hal ini bisa disamakan dengan penemuan berbagai alat transportasi di dunia. Belum tentu yang berhasil menciptakan alat transportasi baru itu adalah orang yang memiliki ide awal tentang alat transportasi tersebut. Jadi daripada sibuk hanya memikirkan ide, lebih baik jalankan saja.</p>
<p>5. Sebarkan</p>
<p>Lontarkan suatu ide dan biarkan orang lain yang mengembangkannya. Dengan cara ini, Anda akan melihat banyak perkembangan positif dalam karier Anda, daripada Anda hanya menjadi satu-satunya orang dengan ide-ide brilian. (herita endriana)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dealer-pulsa.net/hati-hati-ada-pencurian-ide/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Ciptakan Citra Diri</title>
		<link>http://www.dealer-pulsa.net/tips-ciptakan-citra-diri/</link>
		<comments>http://www.dealer-pulsa.net/tips-ciptakan-citra-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 17:59:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karier]]></category>
		<category><![CDATA[Ciptakan]]></category>
		<category><![CDATA[Citra Diri]]></category>
		<category><![CDATA[image]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[visi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dealer-pulsa.net/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kompetisi kerja yang semakin ketat, image atau citra diri sangat penting bagi kelangsungan hidup perusahaan atau pribadi. Setiap perusahaan atau setiap orang tentunya membutuhkan penanda atau ciri khas yang membuat istimewa atau berbeda dari sesama kompetitor. &#160; Konsultan karier Michael Cushman mengungkapkan bahwa apa pun yang ada pada diri Anda, mulai dari pakaian yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="" class="alignleft" height="286" hspace="10" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2009/06/cover-fmarketing.jpg" title="F Branding" vspace="10" width="200" />Dalam kompetisi kerja yang semakin ketat,<br />
	image atau citra diri sangat penting bagi <br />
	kelangsungan hidup perusahaan atau pribadi. <br />
	Setiap perusahaan atau setiap orang tentunya <br />
	membutuhkan penanda atau ciri khas yang membuat<br />
	istimewa atau berbeda dari sesama kompetitor. <br />
	&nbsp;<span id="more-413"></span><br />
	Konsultan karier Michael Cushman mengungkapkan bahwa apa pun yang ada pada diri Anda, mulai dari pakaian yang dikenakan, perkataan yang diucapkan, sampai profil yang Anda cantumkan dalam blog atau situs pertemanan, bisa menjadi image pribadi Anda. Pada akhirnya, image yang ditampilkan tersebut akan meningkatkan &lsquo;harga&rsquo; Anda di bursa kerja. <br />
	&nbsp;<br />
	Apa lagi cara yang bisa dilakukan untuk membuat image pribadi, berikut panduannya.<br />
	&nbsp;<br />
	<strong><em> 1. Ciptakan visi ke depan</em></strong><br />
	Menurut Cushman, banyak pekerja yang tak tahu visinya dalam bekerja. Mereka kerap bingung akan dibawa ke mana karier mereka di masa depan. <br />
	&nbsp;<br />
	&ldquo;Mereka kurang menaruh perhatian terhadap perkembangan atau visi kariernya. Kalau mereka menganggur, barulah mereka akan berpikir keras tentang hal ini,&rdquo; ujar Cushman, seperti dikutip eLearners.com.<br />
	&nbsp;<br />
	Padahal dengan membuat rencana atau visi ke depan tentang karier, berarti Anda turut membuat target keberhasilan sekaligus mendorong Anda untuk membuat rencana dan aksi untuk mencapainya. Ingatlah bahwa saat Anda sudah berada di tengah jalan, Anda tak mungkin memutar balik kehidupan karier Anda ke titik awal. <br />
	&nbsp;<br />
	<em><strong> 2. Kombinasikan kecerdasan dan semangat</strong></em><br />
	Pastikan bahwa karier yang Anda pilih adalah pekerjaan yang Anda sukai. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa jika seseorang mencintai pekerjaannya, maka dia bisa menghasilkan suatu hasil yang cemerlang. Dengan memiliki kecintaan dan bakat di suatu bidang, tak ada yang akan meragukan prestasi Anda. Tentu saja, image keberhasilan akan menempel pada Anda.<br />
	&nbsp;<br />
	<em><strong> 3. Ciptakan image di manapun</strong></em><br />
	Jika Anda sudah menetapkan suatu image tertentu, akan lebih mudah bagi Anda untuk mendeskripsikan diri Anda sendiri, menjelaskan kualitas diri, sekaligus memancarkan kualitas yang memang sudah Anda miliki sejak awal. Jika image sudah Anda bentuk, sebarkan citra diri tersebut di manapun Anda berada, termasuk di dunia online.&nbsp; <br />
	&nbsp;<br />
	&ldquo;Setiap gambar, nama, dan cerita di blog Anda akan menciptakan image atau karakter Anda. Maka manfaatkanlah sebaik-baiknya,&rdquo; tegas Cushman. (herita)</p>
<h4>Artikel ini ditemukan dengan kata-kata pencarian berikut:</h4><a href="http://www.dealer-pulsa.net/tips-ciptakan-citra-diri/" title="pengertian citra diri perusahaan">pengertian citra diri perusahaan</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.657 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dealer-pulsa.net/tips-ciptakan-citra-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sukses Berburu di Bursa Kerja</title>
		<link>http://www.dealer-pulsa.net/sukses-berburu-di-bursa-kerja/</link>
		<comments>http://www.dealer-pulsa.net/sukses-berburu-di-bursa-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 15:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karier]]></category>
		<category><![CDATA[Berburu]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dealer-pulsa.net/sukses-berburu-di-bursa-kerja/</guid>
		<description><![CDATA[Bursa kerja bisa jadi merupakan lahan yang tepat bagi para pemburu pekerjaan idaman. Di kegiatan ini semua pelamar tentu berusaha melakukan yang terbaik. Tentu saja, persiapan dan langkah yang matang harus dilakukan sejak proses awal mencari kerja. Berikut tips yang bisa Anda coba. 1. Buatlah surat lamaran kerja Perhatikan dalam membuat CV. Anda harus mencantumkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<link href="file://localhost/Users/mac187/Library/Caches/TemporaryItems/msoclip/0clip_filelist.xml" rel="File-List" /> <!--[if gte mso 9]><xml><br />
 <o :DocumentProperties><br />
  </o><o :Template>Normal.dotm</o><br />
  <o :Revision>0</o><br />
  <o :TotalTime>0</o><br />
  <o :Pages>1</o><br />
  <o :Words>315</o><br />
  <o :Characters>1801</o><br />
  <o :Company>MNI</o><br />
  <o :Lines>15</o><br />
  <o :Paragraphs>3</o><br />
  <o :CharactersWithSpaces>2211</o><br />
  <o :Version>12.256</o></p>
<p> <o :OfficeDocumentSettings><br />
  <o :AllowPNG/><br />
  </o><o :TargetScreenSize>544&#215;376</o></p>
<p></xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml><br />
 <w :WordDocument><br />
  </w><w :Zoom>0</w><br />
  <w :TrackMoves>false</w><br />
  <w :TrackFormatting/><br />
  <w :PunctuationKerning/><br />
  <w :DrawingGridHorizontalSpacing>18 pt</w><br />
  <w :DrawingGridVerticalSpacing>18 pt</w><br />
  <w :DisplayHorizontalDrawingGridEvery>0</w><br />
  <w :DisplayVerticalDrawingGridEvery>0</w><br />
  <w :ValidateAgainstSchemas/><br />
  <w :SaveIfXMLInvalid>false</w><br />
  <w :IgnoreMixedContent>false</w><br />
  <w :AlwaysShowPlaceholderText>false</w><br />
  <w :Compatibility><br />
   <w :BreakWrappedTables/><br />
   <w :DontGrowAutofit/><br />
   <w :DontAutofitConstrainedTables/><br />
   <w :DontVertAlignInTxbx/><br />
  </w></p>
<p></xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml><br />
 <w :LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="276"><br />
 </w><br />
</xml>< ![endif]--><br />
<style>
<!--{cke_protected}%3C!%2D%2D%7Bcke_protected%7D%253C!%252D%252D%257Bcke_protected%257D%25253C!%25252D%25252D%25250A%252520%25252F*%252520Font%252520Definitions%252520*%25252F%25250A%252540font-face%25250A%252509%25257Bfont-family%25253A%252522Palatino%252520Linotype%252522%25253B%25250A%252509mso-font-alt%25253APalatino%25253B%25250A%252509mso-font-charset%25253A0%25253B%25250A%252509mso-generic-font-family%25253Aroman%25253B%25250A%252509mso-font-pitch%25253Avariable%25253B%25250A%252509mso-font-signature%25253A-536870009%2525201073741843%2525200%2525200%252520415%2525200%25253B%25257D%25250A%252520%25252F*%252520Style%252520Definitions%252520*%25252F%25250Ap.MsoNormal%25252C%252520li.MsoNormal%25252C%252520div.MsoNormal%25250A%252509%25257Bmso-style-parent%25253A%252522%252522%25253B%25250A%252509margin%25253A0cm%25253B%25250A%252509margin-bottom%25253A.0001pt%25253B%25250A%252509mso-pagination%25253Awidow-orphan%25253B%25250A%252509font-size%25253A12.0pt%25253B%25250A%252509font-family%25253A%252522Times%252520New%252520Roman%252522%25253B%25250A%252509mso-fareast-font-family%25253A%252522Times%252520New%252520Roman%252522%25253B%25250A%252509mso-bidi-font-family%25253A%252522Times%252520New%252520Roman%252522%25253B%25257D%25250A%252540page%252520Section1%25250A%252509%25257Bsize%25253A612.0pt%252520792.0pt%25253B%25250A%252509margin%25253A72.0pt%25252090.0pt%25252072.0pt%25252090.0pt%25253B%25250A%252509mso-header-margin%25253A36.0pt%25253B%25250A%252509mso-footer-margin%25253A36.0pt%25253B%25250A%252509mso-paper-source%25253A0%25253B%25257D%25250Adiv.Section1%25250A%252509%25257Bpage%25253ASection1%25253B%25257D%25250A%25252D%25252D%25253E%252D%252D%253E%2D%2D%3E-->
</style>
<p> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ascii-font-family:Cambria;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
	mso-hansi-font-family:Cambria;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;
	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
</style>
<p>< ![endif]--><!--StartFragment--></p>
<p class="MsoNormal" style=""><img align="left" alt="bursa kerja" class="alignleft size-medium wp-image-409" height="149" hspace="10" src="http://www.dealer-pulsa.net/wp-content/uploads/2009/11/bursakerja-620x371-300x179.jpg" title="bursa kerja" vspace="10" width="250" /></p>
<p>Bursa kerja bisa jadi merupakan lahan yang tepat bagi para pemburu pekerjaan idaman. Di kegiatan ini semua pelamar tentu berusaha melakukan yang terbaik. Tentu saja, persiapan dan langkah yang matang harus dilakukan sejak proses awal mencari kerja. Berikut tips yang bisa Anda coba.</p>
<p><span id="more-408"></span><br />
	1. Buatlah surat lamaran kerja<br />
	Perhatikan dalam membuat CV. Anda harus mencantumkan semua pengalaman yang berkaitan dengan posisi yang Anda incar. Beberapa pengalaman atau keterampilan yang tidak berhubungan langsung, namun masih berkaitan juga bisa dimasukkan.</p>
<p>	2. Pakaian yang berkesan <br />
	Anda tentu mengenal istilah &ldquo;dress to impress&rdquo;. Maka berpakaianlah yang pantas dan berkesan, walaupun Anda hanya sekadar mengisi surat aplikasi dalam sebuah bursa kerja. Jika pakaian Anda sudah memberikan kesan positif di pertemuan awal, tentu akan membuka lebih banyak peluang dibandingkan jika Anda berpakaian biasa.</p>
<p>	3. Jangan membawa teman<br />
	Jika Anda hendak mencari kerja atau datang untuk wawancara kerja, jangan pernah membawa seorang teman untuk menemani Anda. Pasalnya, hal ini akan memberi kesan bahwa Anda adalah orang yang gugup, takut, tidak percaya diri, dan lemah.</p>
<p>	4. Siapkan diri untuk mengisi aplikasi di tempat<br />
	Dalam bursa kerja, para pelamar umumnya dipersilakan untuk mengisi aplikasi di tempat. Jika Anda harus melakukannya, maka persiapkan diri Anda untuk mengisinya dengan benar dan benar-benar mencerminkan kualitas Anda yang sebenarnya. Sebaiknya Anda berlatih untuk mengisi aplikasi yang umumnya diberikan perusahaan. Siapa tahu dengan aplikasi yang menawan, Anda bisa langsung diwawancarai di tempat dan membuat peluang mendapatkan pekerjaan semakin dekat.</p>
<p>	5. Manfaatkan waktu<br />
	Saat mengisi aplikasi, jangan terburu-buru. Manfaatkan waktu Anda sebaik mungkin dengan membaca pertanyaan dan memikirkan jawabannya sebaik mungkin. Terlebih jika perusahaan meminta Anda mengisi kolom keahlian dan pengalaman, Anda harus mengisinya dengan hati-hati demi membuat perusahaan terkesan pada Anda.</p>
<p>	6. Siapkan pena dan surat-surat<br />
	Siapkan pena dan surat-surat yang berhubungan dengan pelamaran kerja. Taruh di tempat yang mudah terjangkau. Jika perlu, siapkan lebih dari satu pena. (herita/ehow)<br />
	<span lang="IN" style="font-size: 18pt; font-family: &quot;Palatino Linotype&quot;;"><o :p=""></o></span><!--EndFragment--></p>
<h4>Artikel ini ditemukan dengan kata-kata pencarian berikut:</h4><a href="http://www.dealer-pulsa.net/sukses-berburu-di-bursa-kerja/" title="bursa pulsa elektrik">bursa pulsa elektrik</a>, <a href="http://www.dealer-pulsa.net/sukses-berburu-di-bursa-kerja/" title="tips sukses bursa kerja">tips sukses bursa kerja</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.537 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dealer-pulsa.net/sukses-berburu-di-bursa-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
