
Proses melamar pekerjaan adalah proses yang menegangkan, membuat bersemangat, dan kadang menimbulkan frustrasi. Rasa frustrasi bisa muncul saat respon positif dari perusahaan yang dituju tak kunjung datang. Daripada mereka-reka mengapa dia tak dipanggil lagi untuk meneruskan proses seleksi kerja, berikut enam alasan yang umumnya terjadi saat perusahaan tak lagi memanggil calon karyawannya ke dalam tes berikutnya.
1. Tidak berjodoh
Bisa jadi dia adalah calon karyawan yang tepat, namun ternyata masih ada satu calon yang terbaik. Karena kadang kala perusahaan menemukan satu karyawan yang benar-benar bisa menggambarkan apa yang mereka cari.
2. Terhambat
Pernahkah sadar bahwa saat perusahaan membuka lowongan kerja, itu tandanya ada banyak sekali orang yang melamar kerja? HRD sering kali harus menghabiskan waktu seminggu bahkan sebulan untuk bisa melihat surat lamaran yang dikirimkan. Jadi jika tak kunjung menerima jawaban, sabar saja. Bisa jadi surat lamarannya memang dibaca manajer HRD.
3. Surat lamaran salah sasaran
Banyak surat lamaran dikirimkan, namun banyak pula yang isinya tidak menjawab apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Karena itulah, pastikan saat perusahaan mencari kandidat dengan persyaratan tertentu, maka surat lamaran harus bisa memenuhi persyaratan tersebut.
4. Tidak cocok
Poin ini sedikit mirip dengan poin di atas. Intinya ialah pastikan bahwa kualifikasi yang dimiliki sesuai dengan job description yang dibutuhkan. Kadang kala ada pelamar yang di bawah standar, namun ada pula yang terlalu di atas standar.
5. Salah tulis
Sering kali ada pelamar yang salah menulis atau mengetik surat lamarannya. Entah ejaannya yang salah atau kalimatnya yang salah, yang jelas surat lamaran seperti ini tak mungkin dipertimbangkan oleh perusahaan.
6. Tidak ada lowongan
Mungkin terjadi, posisi sudah terisi bahkan sebelum masa mengirimkan lamaran ditutup. Bisa pula terjadi bahwa sebenarnya perusahaan sedang tidak membutuhkan karyawan baru. Mereka hanya sekadar membuka lowongan agar menerima banyak surat lamaran dan akan menggunakannya nanti setelah benar-benar ada lowongan.
Jika masih penasaran bagaimana nasibnya di perusahaan tersebut, dia bisa menelepon perusahaan tersebut dan menanyakan perkembangannya. Tapi yang harus diingat ialah jangan ‘meneror’ perusahaan dengan mengirimkan e-mail berkali-kali atau muncul di kantor perusahaan. Cara lainnya, bisa jadi dia memang salah mengirim lamaran yang tidak sesuai kualifikasi atau memang ada kesalahan pada surat lamaran. Namun apa pun yang terjadi, cara terbaik ialah dengan berusaha memperoleh pekerjaan tersebut melalui networking atau mendekati orang-orang yang berada di bidang yang diincar. (herita/yahoo)

