Excelcomindo Berubah Jadi XL Axiata


Pemegang Saham Setujui Rights Issue

xlRapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) menyetujui perubahan nama perseroan menjadi PT XL Axiata Tbk.

“Perubahan nama ini sejalan dengan visi dan target perseroan menembus pasar regional,” kata Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi seusai RUPSLB di Jakarta kemarin.

Menurut Hasnul, dengan mengganti nama menjadi XL Axiata, perseroan melalui Axiata Group Berhad diharapkan tidak hanya berkiprah di tingkat nasional, tetapi juga regional. Perubahan nama juga dimaksudkan untuk memberi layanan yang lebih luas karena didukung sembilan operator lain di Asia. Namun, dia menegaskan, perubahan nama ini tidak akan mengubah brand XL yang sudah dikenal. “Perubahan nama sudah berlaku efektif dengan persetujuan Menteri Hukum dan HAM,” tutur Hasnul.

Pemegang saham XL kemarin juga menyetujui rencana penawaran umum terbatas (rights issue) dengan rasio 5:1 (setiap pemegang lima saham lama berhak membeli satu saham baru). Dalam rights issue tersebut, XL akan menerbitkan 1,418 miliar saham  atau 16,66% dari total sahamnya dengan harga Rp2.000 per saham. Perseroan menargetkan perolehan Rp2,836 triliun dari penerbitan saham baru tersebut Rp2,836 triliun.

Hasnul mengungkapkan, dana tersebut akan digunakan untuk melunasi utang kepada sejumlah bank asing maupun lokal. XL berutang senilai USD140 juta  kepada  DBS Bank Ltd, Export Development Canada, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd, dan Chinatrust Commercial Bank. Perseroan juga memiliki kewajiban kepada  PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp400 miliar (USD42,171 juta), PT Bank Mizuho Indonesia Rp474,25 miliar (USD50 juta), PT Bank DBS Indonesia sebesar Rp474,25 miliar (USD50 juta), dan EKN Buyer Credit Facility Rp159,6 miliar (USD16,826 juta).

Rencananya, pencatatan saham baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 1 Desember 2009. Saat ini pemegang saham XL adalah Indocel Holding Sdn Bhd sebanyak 5,94 miliar saham (83,8%), Etisalat 1,132 miliar (15,97%), dan publik 16,565 juta saham (0,23%).

Gita Wirjawan Mundur

Pemegang saham XL menyetujui pengunduran diri Gita Wirjawan sebagai komisaris independen terkait pengangkatannya sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dengan mundurnya Gita, susunan dewan komisaris XL terdiri atas Komisaris Utama Tan Sri Dato’ Muhammad Radzi, Komisaris Dato Sri Jamaluddin bin Ibrahim, Dato Yusof Annuar bin Yaacob, dan Akhmad Abdulkarim Mohd Zulfar, serta Komisaris Independen Peter J Chambers, Giri Suseno Hadihardjono, dan Elisa Lumbantoruan.

Adapun agenda RUPSLB lainnya adalah persetujuan penambahan kegiatan usaha berupa layanan pembayaran pengiriman uang melalui jaringan telekomunikasi perseroan serta pembatalan penjualan 7.000 menara telekomunikasi. “Meski disetujui dalam RUPSLB pada 3 September 2008, penjualan menara dibatalkan karena sudah lebih dari setahun tidak terealisasi,” jelas Hasnul.

Pengamat pasar modal Alfiansyah mengatakan, perubahan nama XL harus diimbangi dengan peningkatan kinerja keuangan dan likuiditas, solvabilitas dan aktivitas perusahaan. “Perubahan bukan sekadar berganti mengikuti nama pemegang saham mayoritas, melainkan harus mampu meningkatkan kualitas keuangan,” ujarnya.

Dia menambahkan, semakin besarnya kapitalisasi pasar, pangsa pasar dan profit yang didapat perseroan diharapkan memberikan sentimen positif kepada investor di pasar modal. “Apalagi XL ingin berekspansi ke berbagai negara di Asia,” ucapnya. (whisnu bagus)

Dikutip dari harian Seputar Indonesia edisi cetak.

Artikel ini ditemukan dengan kata-kata pencarian berikut:

agen pulsa xl, DEALER RESMI XL, pemilik xl axiata, pemilik saham XL, daftar dealer xl, pemilik xl, Pemilik Operator XL

Axiata, Berubah, Excelcomindo

Comments are closed.

Switch to our mobile site