Menjembatani Perbedaan Generasi


Perbedaan generasi dalam dunia kerja sering kali menimbulkan masalah besar. Pola pikir yang berbeda selalu menjadi alasan. Padahal, selalu ada cara untuk mengatasinya.

Lazim terjadi dalam suatu lingkungan kerja terdapat beberapa karyawan dari generasi  berbeda yang berada dalam satu departemen. Entah karena pergantian karyawan atau regenerasi, berkumpulnya karyawan dari generasi yang berbeda hampir pasti ada di sebuah perusahaan.

Pada umumnya, dunia mengenal tiga generasi utama berdasarkan usia, yaitu Gen Y (18-29), Gen X (30-47), dan Baby Boomers (48-65). Tentu saja, masing-masing generasi memiliki pola pikir yang berbeda-beda, harapan yang tak sama, juga budaya berbeda yang membentuk mereka.

Tapi bagaimana perbedaan ini bisa memengaruhi hari-hari kerja kita? Bagaimana pula perusahaan bisa mengatur perbedaan tersebut, yaitu perbedaan yang mengarah pada pendapat dan cara penyelesaian masalah yang berbeda?

Tak peduli soal perbedaan generasi tersebut, perusahaan tetap harus menciptakan iklim kerja yang baik demi memunculkan bakat-bakat terbaik yang mereka miliki. Karena itulah, beberapa saran yang diperoleh dari penelitian tentang tempat kerja ini bisa dijadikan panduan dalam menciptakan hal tersebut.

Memahami perbedaan

Penelitian yang dilakukan The Kelly Global Work, perusahaan dunia yang berfokus pada dunia kerja pimpinan Kelly Services menyimpulkan bahwa untuk memahami kebutuhan karyawan dari setiap generasi, perusahaan harus bisa memahami, sekaligus menerapkan gaya komunikasi yang berbeda terhadap masing-masing generasi.

Misalnya saja, soal bonus. Saat menerima bonus atau imbalan, karyawan Gen Y umumnya memilih dibayar dengan uang tunai. Sementara generasi yang lebih tua lebih suka diberi imbalan nonmateri seperti cuti tambahan atau kesempatan mengikuti training.

“Dari semua generasi, Baby Boomers adalah generasi yang paling toleran. Mereka umumnya punya pandangan positif bahwa kolaborasi antargenerasi bisa menguntungkan banyak pihak,” jelas Kelly seperti dikutip dari About.com

Jika perusahaan memahami kebutuhan dan pilihan karyawan dari masing-masing generasi, termasuk memahami budaya dan kehidupan mereka, maka tiap karyawan akan merasa terikat.

Mike Webster, Executive Vice President and General Manager Kelly Services, mengemukakan bahwa perbedaan generasi kadang kala menimbulkan friksi atau benturan antarkaryawan, namun cara mengatasinya tak sesulit yang dibayangkan.

Mendorong Kesamaan

Menurut Webster, perbedaan cara pandang dan pendapat sebenarnya bisa melahirkan kreativitas dan melahirkan pendekatan yang penuh inovasi. Karena itulah, sangat penting untuk mengetahui perbedaan cara pandang hidup dari masing-masing generasi agar perusahaan bisa menggunakannya demi kebaikan bersama.

Penelitian juga menemukan fakta bahwa meskipun Gen Y sering menggunakan pesan singkat, semua generasi sebenarnya tetap lebih menyukai pertemuan tatap muka untuk berkomunikasi dengan rekan kerjanya. Dari kesamaan ini, sebenarnya masing-masing generasi bisa disatukan.

“Tiap generasi sebenarnya sadar betul bahwa mereka memiliki perbedaan. Tapi masing-masing juga berkeinginan untuk menjembatani perbedaan tersebut. Ini terlihat dengan 72 persen responden menggunakan gaya komunikasi generasi lawannya untuk menemukan kata sepakat,” jelas Webster.

Menjembatani Perbedaan

Generasi Baby Boomers umumnya percaya bahwa generasi mereka adalah generasi yang paling mampu memahami adanya perbedaan generasi. Hasil lainnya juga cukup mengejutkan, bahwa 39 persen responden merasa bahwa perbedaan tersebut justru membuat mereka lebih produktif. Sedangkan 22 persen merasa tidak produktif dan 26 persen lainnya mengaku tak ada perbedaan produktivitas kerja akibat perbedaan generasi.

Dari hasil ini, perusahaan harus bisa menerapkan manajemen yang baik demi menciptakan keharmonisan, keseimbangan, dan lingkungan kerja yang produktif.

“Perusahaan yang mampu mengatasi hal ini pasti akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa dari karyawan mereka,” tegas Webster. (herita endriana)

Artikel ini ditemukan dengan kata-kata pencarian berikut:

perusahaan pulsa terbesar, Perbedaan Master agen dealer, beda budaya karyawan dalam satu perusahaan, perusahaan; gen y, perbedaan generasi internet, perbedaan entries generasi pekerjaan, perbedaan elektrik, perbedaan antar generasi handphone, pengertian generasi baby boomers, masalah perbedaan budaya karyawan perusahaan, jika terjadi perbedaan pola pikir antar karyawan, regenerasi karyawan perusahaan

Comments are closed.

Switch to our mobile site