Pengorbanan Besar Raksasa yang Terluka


Para analis memperkirakan, industri navigasi satelit (satnav) global mampu menuai pendapatan sekitar USD25 juta per tahun. Selama ini, sebagian besar pendapatan itu mengalir ke kantong-kantong para penyedia layanan satnav dan produsen PND (personal navigation device) seperti PND seperti Garmin Ltd dan TomTom BV.

Ovi Maps GratisKehadiran layanan satnav gratis Ovi Maps dari produsen smartphone terbesar dunia Nokia Corp diperkirakan akan memangkas signifikan pendapatan para penyedia layanan satnav berbayar karena konsumen dinilai akan lebih suka memanfaatkan layanan satnav gratis, seperti Ovi Maps.

Terbukti, pada beberapa jam setelah Nokia mengumumkan ketersediaan Ovi Maps gratis, harga saham Garmin melemah 4,2% dan harga saham TomTom anjlok 11%. Pada saat yang sama, harga saham Nokia menguat tipis 0,7%.

Akibat kehadiran smartphone berteknologi GPS (global positioning system), yang berguna untuk mengakses layanan satnav, posisi PND di pasar satnav global memang semakin terdesak. Firma riset iSuppli Corp mengungkapkan, pada 2009 penjualan PND global akan mencapai 114 juta unit. Pada saat yang sama, penjualan smartphone GPS global hanya akan mencapai 57,8 juta unit.

Tetapi, iSuppli menegaskan, pada 2014 penjualan smartphone GPS global akan menembus volume 305 juta unit dan PND hanya akan meraih volume 128 juta unit. iSuppli pun meyakini, pada 2011 hampir 100% smartphone yang dijual di pasar sudah dilengkapi GPS.

“Fitur GPS pada smartphone-smartphone itu akan sama dengan PND kelas menengah. Tanpa dapat dihindari, konsumen pun semakin banyak beralih ke smartphone karena smartphone menjadi lebih murah daripada PND berkat fungsi smartphone yang lebih banyak,” papar Global Location-Based Services (LBS) Analyst iSuppli Corp Danny Kim.

Dengan menggratiskan Ovi Maps, Nokia diperkirakan langsung menjelma sebagai salah satu pemain utama di industri satnav global. Sebab, pada saat ini diperkirakan terdapat sekitar 20 juta pengguna smartphone Nokia di dunia yang siap menggunakan Ovi Maps. Nokia bahkan meyakini, pada 2011 pengguna aktif Ovi Maps di dunia akan mencapai 300 juta orang.

Namun begitu, Nokia harus membuat sebuah pengorbanan besar untuk mendominasi pasar satnav global. Nokia terjun ke industri satnav dengan mengakuisisi penyedia layanan satnav Navteq Corp senilai USD8,1 miliar pada 2008. Pada saat itu, Nokia berharap mampu menuai pendapatan tambahan sekitar USD1 miliar per tahun dengan menyediakan layanan satnav berbayar.

Kini, peluang itu sirna karena Nokia menggratiskan Ovi Maps. Nokia dinilai rela mengorbankan peluang pendapatan tersebut untuk menutup risiko kerugian yang lebih besar. Akibat penurunan tajam penjualan smartphone-nya di pasar global Nokia menderita kerugian kuartalan USD832 juta pada Oktober 2009. Ini adalah kerugian kuartalan pertama Nokia dalam sepuluh tahun terakhir.

Dengan Ovi Maps gratis, Nokia berharap mampu membendung gempuran smartphone produksi Research In Motion (RIM) Ltd dan Apple Inc. “Saya yakin, Nokia menggratiskan Ovi Maps untuk mengerem penurunan penjualan smartphone-nya,” tandas Head of Research FIM Corp Michael Schroeder, kepada AFP.

Schroeder menilai, Ovi Maps memang layanan satnav gratis yang menarik sehingga berpotensi mendorong konsumen membeli smartphone Nokia agar bisa memanfaatkan Ovi Maps. Namun demikian, Schroeder tidak yakin Ovi Maps mampu mengerem penurunan pangsa Nokia di pasar smartphone global.

Sebab, Nokia bukan satu-satunya penyedia layanan satnav gratis.Perusahaan internet terbesar dunia Google Inc sudah beberapa tahun menyediakan layanan navigasi gratis Google Maps. Ketika Google merilis sistem operasi smartphone bernama Android, Google pun mengintegrasikan Google Maps dengan Android.

Smartphone-smartphone Android yang bisa mengakses layanan satnav gratis Google Maps antara lain Droid dari Motorola Inc dan Nexus One, yang diproduksi bersama oleh Google dengan produsen smartphone terbesar keempat dunia HTC Corp.

Para analis pun tidak yakin Ovi Maps akan mampu mengalahkan Google Maps. Karena itu, harga saham Nokia hanya menguat tipis 0,7% usai peluncuran Ovi Maps. “Musuh Nokia yang sesungguhnya adalah Google,” tukas Senior Analyst MKM Partners LLC Tero Kuittinen, kepada Reuters.

Namun demikian, Kuittinen menegaskan, Ovi Maps masih punya peluang, terutama di pasar smartphone kelas bawah. Sebab, sistem operasi Android jarang digunakan smartphone-smartphone kelas bawah.

“Para produsen smartphone Android belum menyentuh kelas bawah. Jika Nokia mampu segera membanjiri pasar dengan smartphone murah, maka Ovi Maps akan mampu memukul Google Maps,” jelas Kuittinen.

Kepada Reuters, Chief Executive Officer Strand Consult John Strand mengungkapkan, penjualan handset menjadi penentu hidup-mati Nokia karena handset adalah sumber pendapatan utama Nokia. Oleh sebab itu, Nokia bersedia mengorbankan segalanya untuk mendongkrak penjualan handset-nya, termasuk dengan menggratiskan Ovi Maps.

“Pertanyaan besar yang tersisa adalah dapatkah Nokia menghasilkan cukup banyak pendapatan untuk mengimbangi sumber pendapatan yang hilang? Dalam pendapat saya, untuk memperoleh pendapatan ekstra, Nokia harus mampu menjual lebih banyak handset dan dengan harga lebih mahal pula,” tandas Strand.

Dipersembahkan oleh dealer-pulsa.net | dealer pulsa elektrik yang murah cepat dan stabil.
Sumber: Seputar Indonesia edisi cetak/ahmad fauzi

, , , ,

Comments are closed.