Banyak alasan mengapa seseorang ingin mengubah kariernya. Beberapa karena alasan terpaksa, usahanya bangkrut, atau di-PHK misalnya. Sebagian lainnya karena ingin mengejar karier atau pekerjaan yang lebih menantang atau fleksibel.
Saat mengubah karier, semakin cepat perubahan dilakukan semakin baik. Semakin cepat perubahan dijalankan, maka seseorang akan semakin lama berada dalam profesi barunya tersebut. Jika memang perubahan karier benar-benar diinginkan, tak pernah ada kata terlambat untuk melakukannya.
Berikut cara yang bisa ditempuh saat seseorang ingin mengubah karier dan pekerjaannya.
1. Menjadi wirausahawan
Terkadang menjadi wirausahawan tak berarti harus memulai bisnis yang benar-benar baru. Misalnya saja seseorang yang bekerja sebagai manajer di sebuah restoran, dia bisa membuat restorannya sendiri dalam skala yang lebih kecil.
2. Konsultasi
Jika belum menemukan pekerjaan yang cocok, cobalah berkonsultasi dengan orang yang dianggap ahli atau Anda percayai.
3. Beda departemen
Jika seseorang puas pada perusahaannya tapi membutuhkan tantangan baru, dia bisa saja pindah ke departemen lain di perusahaan yang sama.
4. Mengajar
Jika tertarik, seseorang bisa menjadi pengajar paruh waktu di kampus dengan bidang pengajaran yang sesuai latar belakangnya. Dengan mengajar, dia bisa mendapatkan pekerjaan dan tantangan baru, namun masih tetap aman secara finansial di perusahaan yang lama.
5. Penulis lepas
Menulis di media online bisa menjadi pilihan, terutama jika orang tersebut menguasai bidang tertentu dan mampu mengomunikasikannya dengan baik melalui tulisan.
Sebelum memutuskan, berikut beberapa hal lainnya yang harus menjadi pertimbangan.
1. Perubahan kondisi finansial
Saat berganti karier, sering kali terjadi juga perubahan kondisi keuangan, apalagi jika dia harus memulai lagi dari awal dalam pekerjaan barunya. Misalnya yang ingin menjadi pengusaha, mereka harus menyiapkan modal uang dalam jumlah banyak di awal. Namun jika usahanya berhasil, dia bisa memperoleh pendapatan yang berlipat-lipat dari pekerjaan lamanya.
2. Uji coba
Sebelum benar-benar terjun dalam pekerjaan baru, seseorang bisa menjajalnya dulu untuk menyelami pekerjaan tersebut. Dia bisa menjadi pekerja paruh waktu terlebih dahulu atau bekerja di bawah bimbingan mentor agar bisa menganalisis apakah pekerjaan tersebut benar-benar cocok untuknya.
3. Manfaatkan jaringan
Manfaatkan keluarga, teman, rekan kerja, atau siapa saja yang bisa membantu untuk memudahkan mengambil putusan. Caranya bisa dengan berkonsultasi atau memanfaatkan jaringan keluarga atau teman. (herita/yahoo)

